Linux Kernel 6.18 Dirilis dengan Segudang Peningkatan dan Berpotensi Jadi LTS 2025

Linux Kernel 6.18 Dirilis dengan Segudang Peningkatan dan Berpotensi Jadi LTS 2025

Linux Kernel 6.18 Linux

Pada akhir November 2025, Linus Torvalds secara resmi mengumumkan rilis stabil Linux kernel versi 6.18, menandai penutupan siklus pengembangan tahun ini. Rilis ini datang lebih dari dua bulan setelah kernel 6.17 dan membawa sejumlah fitur baru, perbaikan performa, serta dukungan perangkat keras terkini dari berbagai vendor global seperti Intel, AMD, Arm, Apple, dan NVIDIA. Karena menjadi rilis terakhir di tahun 2025, Linux 6.18 diprediksi kuat akan ditetapkan sebagai kernel Long-Term Support (LTS) oleh Greg Kroah-Hartman, yang berarti akan mendapat pemeliharaan dan pembaruan keamanan selama bertahun-tahun, menjadi fondasi andal bagi banyak distribusi Linux.

Salah satu keputusan besar dalam rilis ini adalah penghapusan penuh sistem berkas Bcachefs dari mainline kernel. Sebelumnya ditandai sebagai “dikelola eksternal” sejak versi 6.17, kini pengguna yang ingin tetap memakai Bcachefs harus mengandalkan modul DKMS. Di sisi lain, sistem berkas lain mengalami peningkatan signifikan, seperti Btrfs kini mendukung ukuran blok yang lebih besar dari ukuran halaman kernel (masih eksperimental), sedangkan XFS mengaktifkan fitur online filesystem checking secara default setelah diuji selama setahun tanpa masalah.

Dari sisi perangkat keras, Linux 6.18 memperluas dukungan untuk berbagai platform modern. Apple Silicon M2 Pro, M2 Max, dan M2 Ultra kini memiliki device tree resmi di kernel utama sebagai buah dari kolaborasi proyek Asahi Linux yang memungkinkan pengalaman Linux yang lebih baik di Mac berbasis chip M2. Di ekosistem Qualcomm, laptop berbasis Snapdragon X1 seperti Dell Inspiron 14 Plus, HP OmniBook X14, dan Lenovo ThinkBook T16 kini mendapat dukungan mainline. Sementara itu, pengembang RISC-V juga dapat menyambut dukungan untuk SiFive HiFive Premier P550 dan ekstensi vendor MIPS.

Intel turut mendapat sorotan lewat penambahan dukungan untuk Wildcat Lake (CPU low-end dengan GPU terintegrasi) dan fitur Panther Lake Power Slider yang memungkinkan pengguna memilih profil daya, seperti low-power, balanced, atau performance. Selain itu, kernel kini mendukung Intel TDX (Trust Domain Extensions) bersama kexec, serta penyesuaian pada driver Intel P-State untuk memanfaatkan fitur efisiensi baru.

AMD tidak ignin ketinggalan, pada kernel 6.18 menambahkan dukungan awal untuk prosesor EPYC Venice dengan arsitektur memori 16-channel, memperbaiki deteksi topologi CPU pada VM berskala besar, serta menghadirkan dukungan Secure AVIC untuk lingkungan virtualisasi SEV-SNP, yang akan meningkatkan keamanan dan performa VM. Bug firmware yang sebelumnya membatasi jumlah vCPU di atas 255 juga telah diperbaiki.

Dunia GPU juga melihat inovasi menarik dengan kehadiran driver Tyr, implementasi berbasis Rust untuk GPU Arm Mali CSF yang dikembangkan bersama oleh Collabora, Google, dan Arm. Meski masih eksperimental, Tyr menandai langkah penting menuju penggantian penuh driver Panthor di masa depan.

Di sektor jaringan dan keamanan, kernel 6.18 memperkenalkan berbagai peningkatan, termasuk performa penerimaan UDP diperkuat di bawah beban berat, TCP kini mendukung Accurate Explicit Congestion Notification (AccECN), dan TPM2_TCG_HMAC dinonaktifkan secara default demi keamanan. Fitur audit subsystem juga diperluas untuk menangani beberapa Linux Security Module (LSM) secara bersamaan, serta dukungan penandatanganan (signature) program BPF.

Peningkatan lain termasuk dukungan awal untuk touchpad haptik, driver virtio SPI untuk perangkat SPI dalam lingkungan virtual, dan penyempurnaan alokasi memori kernel melalui fitur baru bernama “sheaves”. Selain itu, OverlayFS kini mendukung case-folding, dan EXT4 menambahkan dukungan ID pengguna dan grup 32-bit.

Sejumlah pengguna mungkin juga senang mengetahui bahwa driver DualSense PlayStation kini mendukung jack audio, dan nouveau (driver open-source NVIDIA) secara default menggunakan GSP firmware pada GPU Turing dan Ampere yang kompatibel.

Meski fitur-fiturnya menggiurkan, para pakar menyarankan agar pengguna non-teknis menunggu kernel 6.18 masuk ke repositori stabil distribusi masing-masing, mengingat risiko potensial dari instalasi manual. Pengguna distro rolling-release seperti Arch Linux atau Fedora kemungkinan akan segera mendapatkannya dalam waktu dekat.

Dengan begitu banyak inovasi dan stabilitas yang teruji, Linux kernel 6.18 tidak hanya menjadi tonggak teknis tahun ini, tetapi juga kandidat kuat sebagai tulang punggung infrastruktur Linux global selama bertahun-tahun mendatang. Sementara itu, merge window untuk Linux 6.19 telah dibuka, dengan rilis kandidat pertama dijadwalkan pada 14 Desember 2025.

Sumber:

Tambah komentar

Previous Post Next Post